Ringkasan Eksekutif

Pada triwulan II 2019, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tercatat sebesar Rp. 339,8 triliun. Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan laporan terpantau tumbuh menguat menjadi 5,62% (yoy), dari triwulan I 2019 yang tercatat 5,12% (yoy). Capaian ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2019 berada pada kisaran 5,3%-5,7%. Angka pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan laporan (5,05%; yoy). Ditinjau dari sisi pengeluaran, percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2019 terutama bersumber dari menguatnya konsumsi rumah tangga dan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat sesuai dengan pola musiman saat periode Ramadan dan Idulfitri. Sebagai komponen pengurang PDRB, penurunan impor luar negeri berpengaruh positif dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Ditinjau dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja perekonomian ditopang oleh perbaikan kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang dipengaruhi oleh pergeseran masa panen. Keuangan Pemerintah Postur pendapatan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah 2019 ditargetkan meningkat terbatas menjadi Rp. 25,97 Triliun. Pada triwulan II 2019, realisasinya tercatat Rp. 12,69 Triliun, yang didorong oleh komponen Dana Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah. Sementara, realisasi belanja tercatat sebesar Rp. 9,26 triliun, utamanya berasal dari meningkatnya belanja tidak langsung pada komponen belanja pegawai dan belanja hibah. Realisasi belanja ini digunakan untuk penyaluran PKH tahap II, dan kenaikan gaji dan pemberian THR untuk ASN. Perkembangan Inflasi Daerah Pada triwulan II 2019, inflasi tahunan Provinsi Jawa Tengah lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2019. Peningkatan inflasi tahunan pada triwulan laporan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya tekanan inflasi tahunan pada kelompok bahan makanan serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan komoditas hortikultura pada masa paceklik. Pulihnya aktivitas produksi pelaku usaha dan investasi masyarakat, akan mendorong tekanan harga komponen barang dan jasa pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Peningkatan inflasi tahunan Jawa Tengah tersebut diperkirakan akan terjaga di rentang bawah target sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1%. Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan, dan UMKM Seiring dengan kinerja perekonomian yang tumbuh menguat, stabilitas sistem keuangan Jawa Tengah pada triwulan II 2019 terjaga. Penyaluran kredit pada di LU perdagangan besar dan eceran, pertanian, dan konstruksi terus bertumbuh dan mendukung kontribusi LU dimaksud terhadap perekonomian Jawa Tengah. Disamping itu, penyaluran kredit pada LU industri pengolahan mencatatkan kontraksi, hal ini ditengarai relatif stabilnya aktifitas korporasi yang didorong oleh faktor eksternal (eskalasi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok). Selanjutnya, indikator kinerja korporasi seperti profitabilitas, likuditas, dan struktur pembiayaan terpantau masih sehat. Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Perkembangan indikator sistem pembayaran di Jawa Tengah pada triwulan II 2019 menunjukkan peningkatan kinerja perekonomian daerah secara triwulanan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Nilai transaksi melalui SKNBI masih melanjutkan tren kontraksi tetapi tumbuh dari periode dari triwulan I 2019. Pertumbuhan triwulanan laporan mengalami kontraksi 0,66% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya, sejalan dengan pertumbuhan tahunan yang mengalami kontraksi sebesar 11,34% (yoy). Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah pada triwulan II 2019 relatif membaik, tercermin dari berkurangnya tingkat kemiskinan, peningkatan ketersediaan tenaga kerja, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta Nilai Tukar Petani (NTP). Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan II 2019 menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan I 2019 dan lebih baik dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, dengan perbaikan pada aspek pendidikan, kesehatan, maupun standar hidup. Prospek Perekonomian Daerah Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada 2019 diperkirakan mengalami perbaikan dibandingkan 2018, meski relatif terbatas. Berdasarkan sisi pengeluaran, akselerasi pertumbuhan diperkirakan berasal dari konsumsi RT, konsumsi LNPRT dan konsumsi pemerintah. Lebih lanjut, ekspor luar negeri diperkirakan melambat seiring dengan perkiraan volume perdagangan dunia yang menurun akibat pertumbuhan ekonomi global yang melandai dan risiko ketegangan hubungan dagang antarnegara. Pertumbuhan investasi juga diperkirakan melambat seiring dengan telah selesainya beberapa proyek strategis pemerintah pada akhir 2018. Ketidakpastian perekonomian global serta iklim politik dalam negeri menjelang dan pasca kegiatan pemilihan umum juga diperkirakan mendorong pelaku usaha mengambil sikap wait and see dalam melakukan investasi. Inflasi tahunan Jawa Tengah pada keseluruhan tahun 2019 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Faktor utama yang diperkirakan mendorong peningkatan laju inflasi tahunan tersebut terutama berasal dari kondisi domestik. Penurunan kinerja pertanian sebagai dampak gangguan iklim El-Nino kana mendorong inflasi kelompok bahan makanan yang berdampak lanjutan pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.