Pemprov Jateng Kebut Pengembangan Obyek Wisata Baturraden

Ratusan pelaku pariwisata memadati acara Bursa Wisata Indonesia 4 yang digelar di Semarang, Selasa (7/11/2017). Pemprov Jateng terus mengebut optimalisasi pariwisata di daerahnya, salah satunya adalah pengembangan objek wisata Baturaden. (Andi Kaprabowo/KOMPAS.COM)SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengebut pengembangan sejumlah obyek wisata. Salah satu oyjek wisata yang kini menjadi prioritas untuk dikembangkan adalah kawasan wisata Baturraden di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan, objek wisata Baturaden memang menjadi prioritas utama. Diharapkan, Baturraden akan menjadi obyek wisata terkenal hingga mancanegara seperti empat daerah lain di Jateng.

"Kami ingin segera menjadikan Baturaden seperti Karimunjawa, Borobudur, Dieng dan Sangiran, dimana tempat-tempat itu sudah lebih dahulu menjadi jujugan wisatawan mancanegara," kata Urip saat ditemui dalam acara Bursa Wisata Indonesia 4 di Semarang, Selasa (7/11/2017).

Saat ini lanjut dia, berbagai proses sudah dilakukan khususnya pemolesan lokasi itu agar lebih menarik. Berbagai pekerjaan seperti pembuatan taman bunga juga sudah dikerjakan.Lebih lanjut Urip menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah tahun 2016 sebanyak 578.000. Dari total itu, mayoritas wisatawan asing tersebut berwisata di kawasan Borobudur.

"Nah, kami ingin Baturraden juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi jujugan wisatawan mancanegara seperti layaknya Borobudur itu," tegas dia.

Namun lanjut dia, pengembangan objek wisata Baturaden untuk menjadi tempat pariwisata bertaraf internasional masih terkendala dari sisi akses. Sebab di lokasi itu belum ada bandara komersil yang dapat menghubungkan dengan daerah lain.

"Selain itu, lokasinya jauh dari kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) sehingga untuk menggaer wisatawan mancanegara masih cukup kesulitan," terangnya.

Meski begitu, pihaknya mengakui jika saat ini Pemprov Jateng sedang mengupayakan menjadikan bandara Jenderal Soedirman Purbalingga sebagai bandara komersial. Jika hal itu terwujud, maka upaya Pemprov Jateng untuk menjadikan kawasan Baturaden sebagai objek wisata yang lebih mendunia dapat terwujud.

Di lain sisi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan terus berupaya menjadikan bandara Jenderal Soedirman Purbalingga sebagai bandara komersial. Bandara ini merupakan pengembangan dari Lapangan Udara Wirasaba milik TNI Angkatan Udara.

Ganjar telah mengajak kepala daerah di lima kabupaten; Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, dan Kebumen untuk gotong royong mengegolkan rencana tersebut. Hingga awal Agustus 2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Bandara Jenderal Sudirman akan dibangun Oktober 2017.

"Targetnya 2018 bandara sudah beroperasi," kata dia.

Pada tahap awal, Bandara Jenderal Sudirman ditargetkan memiliki panjang landasan 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Target akhir panjang landasan nantinya sepanjang 2.000 atau 2.400 meter. Selain itu, ada bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi yang cukup untuk menampung 500.000 orang per tahun.

Dana sebesar Rp 350 miliar akan digunakan untuk membangun landasan pacu, taxiway dan fasilitas lain. Nantinya, Bandara Jenderal Soedirman akan bisa menampung beragam maskapai komersial seperti Garuda, Lion dan maskapai nasional lainnya.

"Saya memang menargetkan pembangunan bandara baru Jenderal Sudirman untuk meningkatkan ekonomi bagian selatan,” ujar Ganjar.

Menurut dia, keberadaan Bandara Jenderal Soedirman sangat penting untuk mengembangkan Jawa Tengah khususnya daerah Banyumas dan sekitarnya. Tak hanya dari sektor ekonomi, namun sektor lain seperti pariwisata juga akan semakin maju.

"Kalau ini nanti benar-benar terwujud, saya yakin akan mensejahterakan masyarakat khususnya dari sektor ekonomi dan pariwisata," pungkasnya.