Ditargetkan 2020, Beroperasi Bandara Soedirman Purbalingga Bakal Kerek Ekonomi Jawa Tengah

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, terus dikebut. Bandara ini ditargetkan akan beroperasi pada 2020.

Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat meninjau langsung ke lokasi proyek pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (12/5).

“Bandara ini bisa mendukung perekonomian daerah. Saya ke sini mengecek langsung persiapan pembangunan dan mendukung sepenuhnya pembangunan bandara ini agar secapt beroperasi pada 2020,” ujar Rini.

Keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman, menurut Rini, sangat strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo.

Proyek Bandara Jenderal Besar Soedirman berlokasi di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) menandai mulainya pembangunan infrastruktur bandara.

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare digunakan bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional/perkantoran, dan fasilitas sisi darat lainnya.

Sementara itu, DLKr II seluas 43,5 hektare untuk penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan. (QAR)